Dialog Kebhinekaan “menuju Persaudaraan Sejati” Digelar di Pagerharjo Samigaluh

Senin, 11 September 2017 - Oleh : humaskp

Dialog Kebinekaan "Menuju Persaudaraan Sejati" yang diikuti masyarakat dari berbagai lintas agama digelar di Balai Budaya Desa Pagerharjo Samigaluh, Minggu (10/9/2017). Dengan kegiatan ini diharapkan nantinya di wilayah Kulon Progo tetap tercipta suasana kondusif. Perbedaan keyakinan, agama, tidak jadi permasalahan untuk membangun Kulon Progo yang lebih maju.

ketua Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Samigaluh Suharto yang juga anggota DPRD Kab Kulon Progo fraksi PKB Komisi I menyampaikan, dialog kebinekaan untuk mewujudkan persaudaraan sejati ini memang sudah dirintis sejak tahun 1998 di Samigaluh.

"Memang sudah dirintis sejak tahun 1998 di Samigaluh ini telah membangun kebersamaan antar umat beragama sehingga Insyaalloh kegiatan sudah kita laksanakan setiap tahun dan ini kebetulan Romo Alip mengajak kepada kami yang dipercaya selaku ketua FPUB di Samigaluh. kami sangat menyambut baik dari statemen yang digagas untuk membangun kebersamaan di Samigaluh, terlebih di Kulon Progo" kata Suharto.

Suharto berharap, agar nantinya di wilayah utara seperti Samigaluh, Kalibawang , Nanggulan dan Kulon Progo tercipta suasana kondusif, perbedaan keyakinan, agama, tidak jadi permasalahan untuk membangun Kulon Progo yang lebih maju.

"Cita-cita membangun semangat bersatu itulah negar a ini akan jadi negara yang maju dan kuat" kata Suharto.

Romo Alip Suwito selaku pendamping kegiatan menyampaikan, dengan sarasehan ini diharapkan nantinya akan bertumbuh, berkembang, sebagai ruang perjumpaan, ruang, diskusi, ruang obrolan, untuk masing-masing punya pemahaman bersama , bagaimana dari masing-masing pribadi dan juga masing-masing tokoh baik di keagamaan maupun kemasyarakat punya semangat yang sama untuk mendorong masyarakat semakin mencintai indonesia dan merawat Bhineka Tunggal Ika, sebagai karunia atau rahmat dari Tuhan, yang perlu terus menerus disyukuri kekuatan bagi kita untuk semakin menyadari begitu besar, kaya, beragamnya indonessia sebagai tempat kita tinggal, dimaka kita hidup bersama di rumah ini, terutama di daerah Samigaluh, menoreh untuk terus dijaga, tempat untuk saling berjumpa, meneguhkan, menguatkan.

"Acara dialog kebinekaan ini bermula dari obrolan bersama terlebih yang sekarang mulai digiatkan oleh presiden dan situasi masyarakat akhir ini yang merindukan perjumpaan-perjumpaan sebagai sarana untuk merawat kebhinekaan" kata Romo Alip Suwito.

Harsono selaku ketua Vihara Giriloka dari Jatimulyo Girimulyo menyampaikan, menyambut baik dan bersyukur atas undangan yang diberikan dalam Dialog kebinekaan "Menuju Persaudaraan Sejati" ini.

"Bagi saya atas nama umat buda mengucapkan bersyukur atas telah memberikan undangan kepada umat Budha, mengucapkan selamat dan sukses atas acara hari ini, dan sangat mendukung , karena adanya keragaman, kebinekaan, masyarakat yang majemuk ini kita juga mendapat undangan, dan merupakan satu kesatuan bangsa" Kata Harsono.

Panitia sekaligus moderator Drs.L. Bowo Pristiyanto menyampaikan, dengan dialog kebinekaan ini diharapkan proses dialog akan terjadi terus menerus, sehingga terjadi harmoni di Kulon Progo, Yogyakarta dan seluruh Indonesia.

"Bisa hidup penuh harmoni, Bagaimana kita meninggalkan kemiskinan di Kulon Progo tidak membedakan Suku Ras Agama Apapun" kata Drs.L.Bowo Pristiyanto.

Drs.L.Bowo Pristiyanto menambahkan, narasumber dalam sarasehan antara lain Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), juga mengundang KH.Abdul Muhaimin (pimpinan PonPes Darul Umahat) dan Romo Suryo Nugroho (Seminari Mertoyudan), dengan mengundang peserta 250 orang tokoh agama dan masyarakat dari berbagai lintas agama. Acara juga diisi kesenian sholawatan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya Dokter Hasto menyampaikan berbagai praktek pengamalan Pancasila yang dilaksanakan masyarkat di Kulon Progo seperti gotong royong.Terkait toleransi, Dokter Hasto juga menyampaikan dari hasil penelitian berbagai negara, orang Indonesia merupakan masyarakat yang nilai toleransinya tertinggi di dunia.

"Ini wujud kebersamaan antar umat beragama, antar warga, ini luar biasa" kata dokter Hasto.

(at@humaskp)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak