Cegah Abrasi Pantai Selatan dan Jaga Ekosistem Tanam 6.000 Pohon Mangrove

Selasa, 9 Januari 2018 - Oleh : humaskp

Dalam rangka menyelamatkan lingkungan hidup khususnya di daerah pesisir serta wujud kepedulian dalam BUMN Hadir untuk Negeri, TWC, IIKK TWC Patra Jasa bersama Pemkab Kulon Progo dan Forkopimda lakukan penanaman 6.000 (enam ribu) pohon mangrove di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran Temon Kulon Progo, Senin (08/01).

Cegah Abrasi dan jaga ekosistem, Program Bina Lingkungan PT.Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

Selain melakukan penanaman pohon mangrove juga dilakukan penyerahan pohon mangrove 6.000 pohon bantuan program CSR PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (PT.TWC) sebanyak 2.000 pohon mangrove, Ikatan Istri Karyawan Karyawati (IIKK) TWC sebanyak 1.000 pohon, dan dari Patrajasa 3.000 pohon mangrove. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Utama PT.TWC Edi Setijono dari TWC, perwakilan IIKK TWC dan Patrajasa kepada Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto wardoyo,Sp.OG(K) dan selanjutnya diserahkan kepada Warso ketua kelompok Wanatirta.

Direktur Utama TWC Edi Setijono menyampaikan penanaman mangrove ini sebagai bentuk keprihatinan abrasi di pantai selatan, menjaga ekosistem serta menyiapkan masuknya wisatawan ke Kulon Progo. Selain mendukung penanaman mangrove, Edi Setijono juga mendorong kesiapan masyarakat menyambut masuknya wisatawan. Program BUMN hadir untuk negeri yang setiap 2 (dua) bulan sekali bakti bersama di satu kabupaten, kedepan akan mengusulkan untuk hadir di Kulon Progo.

"Satu kegiatan BUMN Hadir untuk negeri, kami dari TWC, bekerjasama dengan IIKK TWC dan dari Patrajasa, hadir di Kulon Progo. Seperti kita tahu, di pesisir selatan abrasi menjadi masalah penting, semakin tahun air laut semakin menggerus pesisir pantai, maka menanam mangrove ini menjadi pilihan untuk kami lakukan. Lebih jauh lagi, ini merupakan satu persiapan, satu upaya yang ingin kita dorong, bahwa mangrove ini harus menjadi penyangga ekosistem yang baik, karena sebentar lagi kita tentunya miliki bandara baru, bandara internasional, yang ini nantinya akan jadi kawasan penyangga pariwisata. Ekosistem terjaga, tapi sekaligus bagian atraksi wisata yang bisa dibangun di Kulon Progo" kata Edi Setijono.

Kedepan Edi Setijono berharap ini jadi gerakan yang lebih luas, dan akan mengajak BUMN lain yang nantinya akan kerjasama dengan Pemkab Kulon Progo. Dengan ada perencanaan yang baik, sehingga nantinya ketika akan lakukan penanaman dan bermanfaat untuk kelestarian pesisir di Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyatakan senang Direktur TWC,IIK, Patrajasa ikut mendukung penanaman pohon mangrove dan menjaga ekosistem. Bupati juga senang dengan adanya program BUMN Hadir untuk negeri.

"Kulon Progo mendukung KSPN Borobudur dengan membuat jalur bedah menoreh yang menghubungkan bandara dengan Borobudur yang melewati 13 destinasi wisata di menoreh.

Sebagai penyangga KSPN Borobudur, melalui puncak suroloyo dapat melihat Borobudur dari sisi lain. Kulon Progo juga mengusulkan Taman Kerajaan Nusantara salah satu membangun manufakturing berbasis budaya" kata Bupati Kulon Progo.

Sedangkan menanggapi pernyataan Sapto Tanjung peraih Kalpataru dan menanyakana apa yang akan dilakukan Bupati terkait eko edu wisata mangrove, Bupati menyampaikan sangat setuju dengan konsep eko edu wisata mangrove, dan untuk mengembangkannya, antara lain harus dilakukan dengan menjaga kebersihan, perlunya Rumah Makan yang representatif, bersih, bagus lingkungannya, Konservasi tetap harus dilakukan, dan perlunya hotel transit untuk outlet wisata Kulon Progo.

Dalam penanaman ini juga dihadiri oleh, Ketua DPRD Kab. Kulon Progo, Kapolres Kulon Progo, Dandim Kulon Progo, dan jajaran Forkopimda lainnya.(at@humaskp)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak