Peletakan Batu Pertama Hotel Dafam International Airport Yogyakarta di Temon

Jum`at, 12 Januari 2018 - Oleh : humaskp

PT.Surabaya Mercusuar Indonesia bersama dengan PT. Dafam Hotel Management di awal 2018 ini mengembangkan bisnis di dekat calon bandara NYIA Kulon Progo, dengan membangun Hotel Dafam International Airport Yogyakarta dengan konsep perpaduan bisnis dan resort.

Hotel Dafam International Airport Yogyakarta yang berlokasi di pinggir Jalan negara di Pedukuhan Weton Kebonrejo Temon Kulon Progo ini direncanakan akan mempunyai total kamar 150 dengan fasilitas Meeting Room, Restaurant, Fitness Centre, Spa, Swimming Pool, Lobby Lounge, Hotel dengan menempati lahan seluas 4.180 m2, dan direncanakan akan mempunyai 12 (dua belas) lantai. Tidak hanya mengembangkan bisnis, PT.Dafam Hotel Management juga akan melakukan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan budaya.

"Dengan akan dibangunnya hotel ini, diharapkan akan semakin menambah semarak perekonomian di Kulon Progo sehingga daerah ini bisa sejajar dengan kota-kota besar lainnya. Semoga dapat berkontribusi bagi Kulon Progo" kata Andhy Irawan CEO PT.Dafam Hotel Management (DHM), Kamis (11/1/2018) saat peletakan batu pertama Hotel Dafam International Airport Yogyakarta.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) didampingi oleh Bapak Paulus Sugianto, Bapak Yohaners, bapak Herry Gunawan dan Andhy Irawan CEO PT.Dafam Hotel Management (DHM), Muspika, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar.

Bupati menyambut baik PT.Surabaya Mercusuar Indonesia dan PT.Dafam Hotel Management yang segera membangun hotel di Kulon Progo, bahkan akan ikut mengembangkan budaya di Kulon Progo. dengan keputusan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Hari ini adalah pecah telur bagi dinas BPMPT untuk menghadirkan hotel di Kulon progo, karena di Kulon Progo ini belum ada hotel berbintang. Jangankan hotel bintang tiga, bintang kecil saja belum ada. Saat ini hadir untuk peletakan batu pertama, hotel Daffam International Airport Yogyakarta di pedukuhan Weton desa Kebonrejo Temon Kulon Progo" kata Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kulon progo, Bupati mengucapkan selamat datang kepada jajaran direksi PT.Daffam dan juga dari PT.Surabaya Mercusuar Indonesia dan mengucapkan terima kasih yang atas perhatian dan keputusannya membangun hotel di Kulon Progo. Dan keputusan yang cukup cepat. Filosofi Daffam juga dinilai luar biasa, Diawali doa, diakhiri manfaat.

"Filosofinya, manfaat itu irisan dari tiga hal, ada lingkaran *public value*, lingkaran kapasitas, dan ada lingkaran support. Tiga lingkaran ini jika ditemukan, irisannya itu namanya manfaat. Adanya public value yang bagus seperti kesejahteraan masyarakat, melayani tamu, harus didukung support, kami berikan ijin, arahan, berikan regulasi yang ada. Kemudian kapasitas, karena perusahaan yang punya kapasitas, punya modal, punya kemampuan, punya management yang baik. Sehingga tiga irisan ini harus ketemu, irisannya ini namanya manfaat" tambah Bupati.

Hotel juga harus ada magnetnya agar persaingan tidak berat. Daffam jadi hotel pertama yang dekat airport, sehingga hotel punya peluang yang tamunya banyak, sebagai hotel transit, yang dekat airport, dan jadi supporting tujuan wisata di Kulon Progo. Bahkan punya kepedulian membangun budaya di Kabupaten Kulon Progo. Ikut membangun desa, diucapkan terima kasih. Kepada masyarakat juga diharapkan bersyukur, jangan aji mumpung.

Kepada para investor, Bupati juga berpesan segera membangun saat ini, karena jika ditunda-tunda, di tahun-tahun mendatang harga tanah akan semakin naik, karena bandara segera jadi. Disampaikan juga saat ini juga
sudah banyak masyarakat yang sudah berinvestasi untuk perumahan di Kulon Progo. Untuk mengantisipasi adanya calo tanah, Bupati meminta BPMPT membuat peta RTRW termasuk peta harga tanah di Kulon Progo mulai dari pucuk gunung sampai dekat airport. (at@humaskp)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak