Gladi Lapang Tanggap Bencana SD Darat

Rabu, 14 Februari 2018 - Oleh : humas

Prosesi Gladi Lapang/ Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa - Tsunami digelar di SD Darat Karangwuni Wates. Diikuti Guru, Siswa, Komite dan masyarakat gladi ini dilaksanakan untuk melatih kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya apabila terjadi bencana gempa dan tsunami.


Gladi dimulai dengan saat anak SD melaksanakan pembelajaran di kelas, dan terjadi gempa. Anak-anak langsung berlindung di bawah meja, dan saat gempa reda anak-anak dipandu guru keluar kelas menuju ketempat lapang. Beberapa saat kemudian ada peringatan potensi tsunami, anak-anak bersama guru dan masyarakat pergi meninggalkan sekolah sesuai jalur evakuasi, menuju pos pengungsian yang aman.

Simulasi yang dilaksanakan Rabu (14/2) ini selain disaksikan Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) juga dihadiri oleh Kepala BPBD DIY Drs.Bhiwara Yuswantono,MSi, Ketua DPRD Kab Kulon Progo Akhid Nuryati,SE Forkopimda, Camat, Muspika, OPD terkait.


Setelah simulasi, dilakukan Pengukuhan Tim Siaga Bencana Sekolah Siaga Bencana SD Darat Kabupaten Kulon Progo oleh Bupati Kulon Progo, penyerahan bantuan berupa peralatan P3K. Dengan simulasi ini, SD Darat yang berjarak lk 800 m dari pantai dan masuk Zona Merah ini, nantinya menjadi sekolah yang tangguh menghadapi ancaman bencana, dapat mengurangi resiko apabila terjadi bencana.


Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) selesai acara menyampaikan, kesiapsiagaan itu yang paling penting. Karena berada di daerah pesisir memiliki resiko bencana seperti gempa dan tsunami.


"SD-SD di pesisir, saya inginkan yang didaerah pesisir ini, anak muda, generasi muda, anak sekolah harus dilatih untuk bisa tanggap siaga bencana, mewarnai kebiasaan, budaya mereka. Terlebih akan menjadi daerah yang ramai, seperti bandara dll. Kita tahu bencana tsunami tidak bisa kita hindarkan, resiko dari daerah pantai yang ada di pesisir selatan pulau Jawa. Jadi harus punya kesiapsiagaan, menurut saya itu yang paling penting." Kata Bupati Kulon progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K)


Dalam meningkatkan kapasitas dan mengurangi resiko bencana, selain dengan teori juga harus dipraktekkan seperti melalui simulasi.


"Praktek mutlak dilakukan. Tidak hanya teori" kata Bupati.


Kepala SD Darat Asrini, menyampaikan, SD Darat terletak di daerah rawan gempa dan tsunami, sehingga sekolah harus mampu mengatasi kemungkinan resiko terburuk, dengan mengimplementasikan dalam pembelajaran, agar siswa mampu mengatasi dengan tepat, baik pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.

"Jadi acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran. Siswa cepat tanggap dan terampil dari resiko dan ancaman bencana alam. Strategi kami dengan membangun komunikasi dengan BPBD, Pemerintah Desa, Komite Sekolah dan pihak terkait. Simulasi dilakukan secara teratur setiap Tahun Ajaran baru" kata Asrini.
(at@humaskp)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak