Kewaspadaan Terhadap Virus Zika

Senin, 5 September 2016 - Oleh : dinkes.kulonprogokab.go.id

Dengan merebaknya virus Zika di Singapura termasuk Indonesia, semua jajaran Dinas Kesehatan diharapkan untuk waspada, demikian disampaian oleh Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan drg. Baning Rahayujati, M.Kes pada apel pagi di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo hari ini Kami (1/9).
Kewaspadaan yang dimaksud menurut Baning adalah seperti kewaspadaan terhadap penyakit Demam berdarah dengue (DBD), dimana virus Zika juga ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis. Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika adalah siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil. Gejala penyakit Virus Zika juga mirip dengan penyakit demam berdarah yaitu demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Dengan demikian langkap pencegahan yang perlu dilakukan adalah menghindari kontak dengan nyamuk, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
Selanjutnya Baning berpesan kepada peserta untuk tidak resah secara berlebihan demikian juga pada saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis . Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7 - 12 hari.
Pada kesempatan lain Dinas Kesehatan Provinsi DIY juga telah mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Penyakit Virus Zika yang dapat diunduh, dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit Virus Zika baca selengkapnya. (TvS)

« Kembali | Kirim | Versi cetak